Jenis Jenis Kopi di Indonesia

Kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh di daerah tropis. Pohon kopi sangat unik karena bisa hidup sampai umur 100 tahun. Biasanya pohon kopi sendiri dapat tumbuh sampai ketinggian 30 meter. Tapi biasanya pohon kopi ini selalu di pangkas agar tidak tumbuh terlalu tinggi. Pemangkasan pohon kopi ini sangat efektif untuk menghemat lahan dan mempermudah panen.

Saat ini kopi menjadi kebutuhan hidup banyak masyarakat. Bukan hanya orang tua yang minum kopi, anak muda juga suka minum kopi. Selain rasanya yang lezat, kopi juga memiliki manfaat yang sangat banyak untuk tubuh manusia.

Manfaat Kopi Bagi Manusia

1. Mencegah Gangguan Otak
Seiring berjalannya waktu, otak manusia akan mengalami penurunan pada fungsinya. Contoh penyakit yang rawan menyerang otak manusia adalah Demensia dan Alzhemeir. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat membuat daya ingat manusia berkurang bahkan menjadi lupa.
Dalam kopi terdapat kandungan antioksidan yang dapat meminimalisir kerusakan yang dapat terjadi pada sel otak manusia. Kafein juga dapat mencegah terjadinya parkinson pada seseorang.
2. Mencegah Diabetes
Menurut penelitian, satu gelas kopi dapat mengurangi potensi diabetes sebanyak 7%. Hal ini disebabkan oleh kandungan klorogenik dan alkaloid trigonelin yang terdapat pada kopi. Zat tersebut dapat mengurangi kadar glukosa dan insulin dalam tubuh manusia. Hal ini berlaku jika anda tidak minum kopi yang dicampur susu ataupun pemanis lainnya.
3. Mencegah Kanker
Kafein sangat berguna dalam tubuh manusia salah satunya dapat mencegah kanker yang dapat terjadi. Orang yang mengkonsumsi kopi setiap hari memiliki resiko kanker yang lebih rendah.
4. Bagus untuk Organ Hati
Kopi hitam sangat dipercayai dapat mengurangi resiko gagal hati. Sirosis atau gagal hati akan dapat berbahaya sekali bagi pasiennya.
5. Mencegah Depresi
Beberapa peneliti Harvard menyatakan bahwa mengkonsumsi kopi setiap hari dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Hal ini dapat membuat tingkat depresi berkurang sampai 15%.

Jenis – Jenis Kopi

Kopi Arabica
Pohon Kopi Arabica yang bagus biasanya tumbuh antara 610 – 1830 meter diatas permukaan laut. Ketinggian ini sangat bagus sekali untuk pertumbuhan dan rasa biji kopi yang dihasilkan.
Kopi Arabica menguasai 70% pasar dunia. Tingkat kafein dalam biji kopi Arabica juga lebih rendah dibanding dengan Robusta. Pohon – pohon kopi Arabica lebih sulit di rawat karena rentan terkena hama dan penyakit. Hal ini menyebabkan haga kopi Arabica lebih mahal dibanding dengan Robusta.
Kopi Robusta
Pohon kopi ini tumbuh banyak di daerah Indonesia. Menguasai sisanya, Kopi Robusta menyumbang produksi sebesar 30% ke pasaran. Dilihat dari bentuknya, kopi Robusta sedikit lebih bulan dan kecil dibandingkan dengan kopi Arabica.
Perawatan kopi ini juga sangat mudah karena dapat dirawat di suhu dan iklim yang lebih hangat. Kopi Robusta memiliki ciri aroma yang khas dan kadar kafein yang lebih tinggi 50% – 60% dari kopi Arabica.

Cara Mengolah Biji Kopi

Segera setelah panen, biji kopi harus langsung di olah agar mengurangi kerusakan mutu yang dapat terjadi jika biji kopi didiamkan cukup lama. Proses pengolahan yang terjadi biasanya setelah di panen, biji kopi akan disortir terlebih dahulu.
Setelah itu biji kopi dapat dijemur agar kering. Biji kopi yang sudah kering dapat di kupas kulitnya dan dilakukan sortir ulang pada biji kopi yang sudah siap di kemas. Setelah itu biji kopi akan di kemas untuk dilakukan pengiriman dan pemanggangan.

Disiksa Ribuan Km, Ini Plus-Minus Honda All New Supra GTR 150

Perjalanan untuk grand touring Honda all new Supra GTR 150 yang bertema ‘Back to Nature Adventure’ dari Kalimantan menuju Sulawesi, selesai pada hari Sabtu 4 Juni 2016 malam di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Perjalanan yang dimulai dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada hari Jumat 27 Mei 2016, dengan melintasi sejumlah kota besar yang ada di dua pulau tersebut.

Jarak tempuh perjalanan mengalami penyusutan dari yang telah diperkirakan sebelumnya yaitu mencapai 3.200 kilometer. Dan kemudian berakhir di Makassar Town Square, catatan odometer motor menunjukkan cuma 3.013 km.

Bermacam karakter medan dilewati oleh 20 riders yang terdiri dari anggota komunitas motor Honda, jurnalis, dan blogger. Mereka menunggangi motor bebek sport ini dengan bergantian. Jalur onroad yang berupa aspal mulus, sampai offroad yang berupa bebatuan serta tanah dilahap.

Rey, salah satu peserta touring yang merupakan anggota komunitas Honda Megapro Club (HMPC) Palu mengatakan, pada saat pertama kali ditawari untuk mengikuti touring jarak jauh ini, dia belum mengetahui jenis motor yang akan dipakainya.

“Ketika mengetahui motornya jenis bebek, kami memang sempat kaget. Motor bebek kok digunakan untuk touring jarak jauh. Tetapi ya kami coba lakoni saja, terlebih lagi setelah diutarakan meskipun Supra GTR 150 motor bebek, namun enak untuk touring,” kata Rey di Makassar, beberapa saat yang lalu.

Sesudah mencoba Supra GTR 150 di permulaan, ia mengaku sangat terkejut. Bagi ukuran jenis bebek sport, Supra GTR 150 cukup enak untuk dikendarai. Mengenai  posisi duduk, dipermulaan ia mesti menyesuaikan dulu dengan postur badannya dengan tinggi sekitar 165 sentimeter, untuk mencari posisi nyaman.

Untuk mendapatkan posisi nyaman itu, Rey mengaku menyiasatinya dengan mengubah posisi tangan, apakah dimajukan ataukah dimundurkan dari setang. Ia tak mengubah posisi pantat dengan maju maupun mundur dari jok. Tetapi motor ini diakuinya lebih nyaman apabila dibandingkan dengan jenis bebek Honda lainnya.

“Untuk menuju ke Sulawesi saja, jarak tempuh  2.000 kilometer. Dimulai berangkat dari kota Manado itu telah banyak melalui gunung bebatuan serta jalan tanah,” jelas Rey.