5 Negara Yang Berpeluang Menang Di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 akan segera di langsungkan di Rusia, pada tanggal 14 dan berakhir pada 15 juli 2018. Rusia yang berperan sebagai tuan rumah juga telat menyiapkan segala sarana dan prasarana pendukung Piala Dunia 2018. Terdapat 32 Negara yang berhasil lolos ke seleksi Piala Dunia kali ini, tiket terakhir di dapatkan oleh negara Peru, Peru sendiri berhasil mengalahkan Selandia Baru pada pertandingan seleksi Piala dunia kemarin.

32 Negara yang lolos di bagikan ke dalam 8 group yang masing-masing akan bersaing dalam perebutan trofi Piala Dunia kali ini. Berikut pembagian 32 Negara dan masing-masing groupnya :

Group A
– Rusia – Mesir
– Arab Saudi – Uruguay

Group B
– Portugal – Maroko
– Spanyol – Iran

Group C
– Perancis – Peru
– Australia – Denmark

Group D
– Argentina – Kroasia
– Islandia – Nigeria

Group E
– Brasil – Kosta Rika
– Swiss – Serbia

Group F
– Jerman – Swedia
– Meksiko – Korea Selatan

Group G
– Belgia – Tunisia
– Panama – Inggris

Group H
– Polandia – Kolombia
– Senegal – Jepang

Dari ke 32 negara yang bertanding terdapat 5 Negara yang merupakan kandidat utama yang diperkirakan akan menjuarai Piala Dunia 2018, Berikut kelima negara tersebut :

1. Argentina

Terakhir kali argentina memenangkan piala dunia adalah pada tahun 1986. Argentina terkenal dengan para pemain bintangnya dan solidnya tim mereka di setiap piala dunia. pada tahun 1990 dan 2014 Argentina berhasil maju ke final piala dunia tetapi akhirnya mereka tidak berhasil menang. Peluang Argentina sangat besar untuk Piala Dunia kali ini dan di katakan ini merupakan permainan terakhir Lionel Messi di dalam piala dunia.

2. Prancis

Perancis berhasil mengalahkan Belanda dan Swedia di group A pada kualifikasi Piala Dunia 2018 kemarin. pada saat ini Prancis banyak di huni pemain muda yang haus akan kemenangan, Prancis juga saat ini di huni oleh gelandang termahal di dunia yaitu Paul Pogba. Paul Pogba sendiri berhasil menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2013 silam.

3. Jerman

Tim yang solid serta cara bermain yang sangat cepat, membuat tim ini menjuarai piala dunia 2014. tim asuhan Joachim Low tetap bermain secara solid dengan metode penyerangan yang sangat cepat. mayoritas pemain jerman adalah pemain muda dari konfederasi 2016. Dalam kualifikasi Jerman berhasil mengumpulkan 30 poin, atau bisa di katakan permainan dengan kemenangan multak.

4. Brasil

Adenor Leonardo Bacchi atau Tite adalah pelatih yang berhasil membuat Brasil melewati kualifikasi piala dunia 2018, performa Brasil berhasil meningkat tajam di bawah asuhannya, selain brilian dalam taktik ia juga pandai dalam menemukan bakat-bakat muda.

5. Spanyol

Performa Spanyol anjlok pada Piala Dunia 2014 kemarin, dan keterpurukan Spanyol bahkan berlanjut 2 tahun berikutnya. Namun sejak Julen Lopetegui Spanyol berubah 360derajat, dengan di perkuat oleh Alvaro Morata dan Isco Alarcon menjadikan peluang Spanyol terbuka lebar di piala dunia 2018, akankah kesuksesan 2010 kembali di raih oleh Spanyol.

Italia Berada Di Level Yang Berbeda Dengan Prancis

Timnas Italia sendiri harus melewatkan gelaran Piala Dunia Russia 2018 mendatang, Ya mereka harus absen usai gagal lolos dalam fase grup. Gagalnya Nerazzuri membuat Italia langsung menunjuka Roberto Mancini untuk segera membenahi skuat Italia.

Pada pertandingan uji coba sendiri Italia berhasil mengalahkan Saudi Arabia dengan skor 2-1, namun sayang ketika harus berjumpa dengan Prancis yang notabenanya unggulan dalam Piala Dunia Russia membuat mereka harus menyerah dari tangan Less Blues dengan skor 3-1, Sabtu 2/6 dinihari.

Italia yang sudah tidak di perkuat oleh Gianliggi Buffon karena pensiun harus di gantikan oleh Leonardo Bonnuci, defender Ac Milan tersebut ternyata mengungkapkan jika tidak terlalu memperdulikan hasil timnya yang harus di kalahkan oleh Prancis, melainkan meminta Italia untuk segera mendapatkan banyak pengalaman yang akan sangat berguna di masa depan.

Bagi Bonnuci yang di tunjuk menjadi kapten, menambahkan jika skuat Nerazzuri memiliki skuat yang masih baru dan belum teruji dan bermain bersama, hal ini lah yang membuatnya jika semakin banyak pertandingan akan semakin bagus.

Tidak Berada  Di Level Timnas Prancis

Bonnuci juga menambahkan jika level Italia masih kalah drastis dari timnas Prancis untuk saat ini. Dengan Prancis yang di isi oleh pemain pemain berlabel bintang membuatnya merasa timnya masih harus belajar banyak, namun menurut mantan pilar Juventus tersebut jika pada satu hingga dua musim mendatang Italia mungkin akan menyamai level Prancis.

‘’Kekalahan ini (melawan Prancis) amat bagus untuk sebuah pengalaman bagi tim yang sangat baru. Meski kami bisa saja menyamakan hasil menjadi imbang, tapi jelas ada sebuah perbedaan antara kami dan Prancis.’’ tutur Bonnuci.

‘’Prancis memliki kelebihan pada para pemainnya, mereka memiliki banyak pemain bintang yang tersebar dalam penjuru dunia, jadi kami harus belajar dari mereka, tapi kami telah berada di jalur yang sangat tepat.

Sementara ketika pertandingan pertama kala menghadapi Arab Saudi, Bonnuci kembali mengatakan jika level Arab Saudi berbeda dengan Prancis. Akan tetapi Bonnuci menambahkan jika ketika menghadapi Saudi Arabia jika pengalaman menjadi bukti yang sangat penting bagi pemain yang menjalani debut bersama Italia.

‘’Jelas pertandingan melawan Arab Saudi dengan Prancis sangat berbeda, mereka berada di level yang sangat berbeda. Bagi saya ini akan sangat bagus ketika banyak pemain menjalani debut menghadapi Saudi Arabia ini akan benar benar bagus untuk pengalaman para pemain.’’ tutup Bonucci kepata Sky Italia.