Pemain Dengan Nomor 7 Terbaik Dalam Dunia Sepakbola

Bagi para pesepakbola pasti punya nomor punggung kesukaan yang dimana akan dipakai sepanjang kariernya. dimana banyak yang mempercayai bahwa memakai nomor bisa memberikan keberuntungan dan simbol dari sang penggunanya. Pemain yang menggunakan nomor tertentu sesuai dengan posisi dilapangan dan paling sering menjadi perebutan adalah nomor Tujuh yang biasanya pemain dengan kemampuan menggiring bola dari sisi sayap. ada beberapa pemain bintang yang menggunakan nomor 7 sebagai identik sang pemain.

1. Franck Ribery
Merupakan pemain asal Prancis yang bermain diposisi sayap dimana salah satu representasi terbaik saat menggunakan nomor tujuh dan melakukan kualitasnya menjadi pemain sayap yang disegani lawan. Klubnya Bayern Munchen dirinya melanjutkan kariernya dan berhasil pernah menjuarai treble pada tahun 2013. Tapi sekarang dirinya sudah menuju pada masa pensiun bagi seorang pemain sepakbola sebab berusia 36 tahun.

2. David Beckham
Merupakan sosok yang sangat dikenal dalam dunia sepakbola tapi sekarang sudah tidak bermain karena gantung sepatu. semenjak bermain di Manchester united dan menggunakan nomor tujuh dirinya bisa memenangkan treble dengan nomor tersebut bersama Setan Merah. sosok yang hebat dalam hal tendangan bebas yang menggunakan kaki kanannya bisa menciptakan keajaiban saat bermain sepakbola.

3. Cristiano Ronaldo
Merupakan pemain asal Portugal ini sudah menjadi pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dengan nomor tujuh. Kemungkinan akan terus bermain dan mala bermain hebat pada saat usianya sudah menginjak 34 tahun dirinya mewariskan nomor tujuh di Real Madrid dan Portugal yang dimana mengambil milik Raul di Madrid sedangkan di negaranya mengambil Luis Figo. dan kini sudah menjadi pemain tersukses dalam dunia sepakbola sampai sekarang dalam juga kariernya.

Berikut Pemain Membuat Perubahan Terhadap Arsenal

Klub raksasa Inggris Arsenal Yang berhasil mendapatkan kemenangan atas lawannya Manchester United pada laga ke-30 Premier League minggu lalu. Membuat The Gunners punya peluang besar mendapatkan posisi keempat besar pada musim ini serta mendekati jarak satu poin dengan rival mereka Tottenham Hotspur. Memang musim yang cukup sulit buat Arsenal sebab harus terbiasa dengan manager baru Unai Emery yang menggantikan posisi Arsene Wenger musim ini yang pastinya tidak mudah untuk mengembalikan kejayaan Arsenal dulu sebab pastinya pelatih baru harus dituntut untuk mampu memberikan terbaik kepada klub. Tapi ada beberapa pemain yang memberikan dampak baik pada Arsenal sejauh musim 2018-2019 yang akan kita bahas.

1. Alexandre Lacazette
Merupakan pemain yang didatangan saat masih dilatih Wenger ini tampaknya tidak terlalu bersinar dan mala mengalami masalah kesulitan. tapi Emery membuktikannya bahwa mempercayakan kepada pemain ini untuk berduet kepada Pierre-Emerick Aubameyang dilini depan Arsenal. Terbukti pada musim kedua mulai mencetak banyak gol dan perkembangan juga sangat cepat terhadap gaya bermain di Arsenal.

2. Bernd Leno
Merupakan kiper yang didatangkan Arsenal pada tahun 2018-2019 dimana salah satu kiper terbaik di Bundesliga . tapi dirinya bermain jarang mendapatkan tempat kiper utama dimana hanya menjadi pelapis Petr Cech namun karena sering cedera maka dirinya mendapatkan waktu untuk bergabung menjadi kiper saat ini dan mulai memberikan dampak positif saat bermain karena melakukan penyelamatan yang berarti untuk tim.

3. Sokratis Papastathopoulos
Merupakan pemain baru milik Arsenal dimana didatangkan dari Borussia Dortmund yang punya kemampuan hebat selama bermain pada musim ini. Sekarang dirinya sering beruet dengan Mustafi atau Koscielny karena bisa bermain pada format tiga bek atau empat bek soalnya bisa menjadi pemimpin bagi lini belakang The Gunners.

Calon Pengganti De Gea Jika Tinggalkan Manchester United

Masa depan kiper Setan Merah David de Gea memang masih belum pasti dimana sang pemain masih belum ada kemajuan mengenai perpanjangan kontraknya diklub sejauh ini. Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer juga tidak bisa mengikuti campur keputusan pihak klub dan sang pemain namun jika memang terjadi maka dirinya harus mencari kiper baru untuk musim depan. De Gea sendiri memang sudah menjaga gawang setan merah dan mendapatkan penghargaan sebagai kiper terbaik. Berikut kiper yang kemungkinan akan datang jika de Gea pergi dari meninggalkan klubnya.

1. Marc-Andre Ter Stegen
Merupakan kiper utama milik Barcelona yang dimana sudah tampil bagus dibawah mistar gawang yang beberapa tahun ini membuat banyak yang kagum dengan kemampuannya. Pemain berusia 26 tahun ini sudah banyak melakukan penyelamatan penting yang tetap menjaga gawangnya dari serangan lawan yang terbukti sukses lebih unggal dari Clean Sheet ketimbang De Gea.

2. Keylor Navas
Merupakan kiper kedua milik Real Madrid yang dimana musim ini dirinya harus dicadangkan karena ada kiper baru Thibaut Courtois yang datang pada musim ini. Navas sendiri sudah membuktikan kemampuannya berhasil membawa Madrid juara tiga kali dalam liga champios yang membuat namanya semakin naik dan kemungkinan MU bisa mendapatkannya dengan harga murah karena sudah berusia 33 tahun.

3. Jordan Pickford
Merupakan kiper yang bisa dibilang salah satu terbaik di Premier League yang bermain bersama Everton ini tampil mengesankan menjadi pemain reguler di Sunderland. MU bisa mendapatkannya dan menjadikannya kiper jangka panjang untuk menggantikan posisi De Gea jika dirinya pergi meninggalkan MU.

Pemain Barcelona Yang Musim ini Kurang Berdampak Pada Tim

Pada musim ini tim raksasa Barcelona menjalankan musim dengan sangat baik dimana berada dipuncak klasemen sementara La Liga. dan berhasil
lolos ke final Copa del Rey dan sedang berjuang untuk bisa lolos dari perempat final liga Champions dimana itu semua pelatih Ernesto Valverde bisa
mengukir dengan betarung untuk membawa Barca mendapatkan Treble Winners. lantas itu semua juga berasal dari kerja keras anak asuhnya dan
cara bermain yang diterapkan tapi ada juga beberapa pemain yang tidak mampu memenuhi harapan pada peforma serta terbilang kecewa pada
permainan musim ini.

1. Malcom
Merupakan pemain yang sudah datang delapan bulan dan bermain tapi masih belum mendapatkan tempat tim utama. harus bekerja keras kepada
persaingan pemain lain agar bisa bermain secara terus menerus soalnya saat bermain di Copa Del Rey dirinya membuktikan bahwa bisa membaca
Barca mendapat hasil imbang saat melawan Real Madrid. tapi jika dirinya tidak berusaha keras maka kemungkinan akan tidak digunakan pada musim
depan.

2. Philippe Coutinho
Pemain yang sudah lama dikaitkan bisa memberikan pengaruh besar pada penampilan Barcelona yang bergabung pada tahun 2018 dengan nominal
dana yang besar. pemain brazil tersebut terbilang mengecewakan dimana harus kalah bersaing dengan Ousmane Dembele yang membuatnya
mendapatkan tempat di bangku cadangan.

3. Kevin Prince Boateng
Pemain yang didatangkan Barca dari Sassuolo pada bursa transfer kemarin membuat para pendukungnya terkejuut. yang mendapatkan kabar bahwa
sang pemain tidak cocok bermain bersama dengan klub besar Barca. Boateng sendiri diberikan kesempatan bermain pada saat melawan Ghana sejak itu sudah sangat jarang dimainkan.

Klopp Angkat Bicara Soal Kebobolan Gawang Liverpool

Manajer asal Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara soal kebobolan gawang dari Liverpool. Dirinya menganggap bahwa faktor cuacalah yang membuat gawang The Reds mengalami kebobolan oleh Burnley.

Namun kebobolan tersebut tidaklah menjadi masalah karena Liverpool berhasil menutup laga dengan kemenangan atas Burnley dengan skor akhir 4 – 2. Klopp mengatakan, “Kami sudah melakukan sebuah strategi dengan baik”,

“Gol yang diciptkan oleh Burnley adalah gol yang dipengaruhi karena arah angin. Dinegara lain mungkin gol tersebut tidak akan menjadi gol yang sah. Adam Lallana tidak mencetak gol namum dirinya pantas menjadi sosok pemain terbaik dalam laga tersebut”,

Manajer asal Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara soal kebobolan gawang dari Liverpool

“Lallana berhasil menunjukkan performa yang luar biasa. Setelah Liverpool berhasil unggul 3 – 1, saya sangat senang. Bukan karena skor tetapi karena performa dari para pemain asuh saya di Liverpool”,

“Kemenangan dalam suatu laga memang diharapkan oleh setiap laga termasuk diri saya sendiri. Jika kemenangan tersebut bisa berlanjut, saya percaya bahwa tidak ada tim yang bisa mengalahkan Liverpool”, tutup Klopp.

Kemenangan yang diperoleh Liverpool membuat mereka bisa menjaga peluang untuk menjadi kandidat juara ajang Premier League musim 2018 – 2019. Saat ini The Reds hanya tertinggal satu poin dari Manchester City yang saat ini berada diposisi puncak klasemen sementara Premier League.

Dalam laga selanjutnya, Liverpool akan menjalani laga tandang dengan berhadapan dengan Fulham. Dalam laga tersebut juga nantinya Liverpool diwajibkan untuk menang sembari menunggu Manchester City jatuh dari posisi puncaknya dipapan klasemen sementara.

Manchester City Mendapatkan Hukuman dari UEFA

Manchester City mendapatkan hukuman dari organisasi Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Klub berjulukan The Citizens dikabarkan telah melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Financial Fair
Play (FFP).

Sebelumnya, Manchester City dikabarkan sudah melakukan pelanggaran aturan FFP oleh media asal Jerman, Der Spiegel. Mereka sempat membuat laporan berdasarkan bocoran dari salah media Football Leaks.

Media tersebut mengabarkan bahwa rezim Manchester City, Sheikh Mansour telah menggelembungkan kesepakatan sponsor sebanyakjutaan dollar dengan beberapa perusahan asal Abu Dhabi dan menggunakan kekayaan dari pemiliknya.

Manchester City mendapatkan hukuman dari organisasi Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA)

Hal ini sangat memungkinkan mereka bisa memenuhi persayaratan dan peraturan dari FFP. Kalau memang Manchester City terbukti bersalah, maka mereka akan dikenai sanksi yang berat seperti tidak bisa bermain di ajang Liga Champions.

Pelanggaran tersebut dianggap pelanggaran yang serius karena sudah mencederai fair play dalam dunia sepak bola. UEFA akan merilis sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa tim besutan dari Josep Guardiola sedang dalam masa peninjauan. Mereka juga menyatakan bahwa dugaan
pelanggaran tersebut sudah diketahui oleh media.

Sebelumnya, pihak manajemen Manchester CIty membantah mengenai kabar yang dilansir oleh Der Spiegel tersebut. Mereka membantah dan bahkan mengklaim bahwa ada upaya untuk merusak reputasi secara terorganisi dan jelas.

The Citizens juga menyambut investigasi yang dilakukan oleh UEFA itu dengan tangan terbuka. Mereka tetap akan membantah mengenai tuduhan yang dituju kemereka mengenai pelanggaran finansial apapun.

Terbukti Nyata Ramalan Zidane Terhadap Real Madrid

Zinedine Zidane memberikan sebuah isyarat jika Real Madrid akan menjalani masa yang sulit pada musim 2018 – 2019. Hal tersebut nyata bisa kita lihat setelah Los Blancos mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Ajax dengan skor akhir 1 – 4.

Kekalahan tersebut membuat Real Madrid harus tersingkir dari ajang Liga Champions musim ini. Saat memutuskan untuk berhenti sebagai pelatih Real Madrid, Zidane memberikan beberapa indikasi mengenai masalah internal yang memiliki kans untuk mengganggu solidaritas tim.

Kekalahan tersebut juga diperkuat dengan keluarnya pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo ke Juventus. Zidane mengatakan, “Memang akan menjadi sebuah hal yang menyulitkan untuk saya bisa memenangi gelar jika masih memutuskan untuk bertahan di Real Madrid dimusim ini”,

Zinedine Zidane memberikan sebuah isyarat jika Real Madrid akan menjalani masa yang sulit pada musim 2018 - 2019

“Memang ada momen yang sangat bagus tetapi ada juga beberapa faktor yang akan membuat tim menjadi sulit untuk berkembang. Saya tidak pernah melupakan pengalaman yang sudah saya dapati bersama Real Madrid. Saya juga tahu dimana dan kapan saya harus memutuskan untuk berhenti dari posisi yang saya jabat sekarang”,

“Keberadaan saya di Real Madrid, terdapat sebuah hal yang semestinya bisa diperhatikan untuk menjadi pelatih ataupun manajernya. Mereka tidak boleh memulai sebuah musim dengan hasil yang buruk. Saya memilih hengkang diwaktu yang tepat saat semuanya masih berjalan dengan baik”, tutup Zidane

Real Madrid tidak hanya tersingkir dari ajang Liga Champions. tetapi mereka juga harus tersingkir dari ajang Copa del Rey setelah mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Barcelona. Kekalahan tersebut membuat mental dari para pemain Real Madrid menjadi menurun.

Vincent Kompany Ungkap Timnya Tidak Harus Menang Agar Bisa Disebut Klub Hebat

Kapten asal Manchester City, Vincent Kompany beranggapan bahwa timnya tidaklah harus mempertahankan gelar juara agar bisa disebut klub hebat. Kompany beranggapan bahwa The Citizenz saat ini memang wajar jika mendapatkan gelar sebagai juara klub hebat.

Manchester City sedang berada dalam salah satu periode terbaiknya. The Citizens dianggap perlu untuk mempertahankan gelar juara ajang Premier League yang sudah diraih pada musim lalu.

Dengan keadaan tersebut, maka klub besutan dari Pep Guardiola ini akan dianggap berada dalam tingkat yang sama dengan Manchester United saat masih dalam genggaman Sir Alex Ferguson, Chelsea masih Jose Mourinho yang memegang ahli ataupun saat Arsenal masih dalam besutan Arsene Wenger diawal musim 2000’an.

Kapten asal Manchester City, Vincent Kompany beranggapan bahwa timnya tidaklah harus mempertahankan gelar juara agar bisa disebut klub hebat

Dalam kutipan yang dilansir oleh Goal International, Kompany menyatakan, “Tidak, saya hanya berpikir bahwa hal tersebut ada dua hal yang dianggap berbeda”.

Vincent Kompany menyebutkan bahwa City tidak harus mempertahankan gelar ajangtersebut untuk bisa dianggap sebagai salah satu klub besar dalam sejarah ajang Premier League. Hal tersebut dikarenakan pemain asal Belgia mempercayai Manchester City saat ini sudah berada dalam level tersebut.

Pendapat yang diuangkapkan Kompany berdasarkan apa yang sudah dicapai oleh Manchester City dimusim 2017 – 2018 lalu. Mereka meraih juara dengan total perolehan 100 poin dalam satu musim.

Saat ini Manchester City sudah cukup lama berada diposisi kedua klasemen sementara Premier League, Manchester City akhirnya berada diposisi puncak klasemen dengan total perolehan 71 poin dan hanya unggul 1 poin dari Liverpool yang saat ini berada diposisi kedua diklasemen sementar Premier League.

Eks Kapten United Ungkap Pogba Masih Belum Pantas Menjadi Kapten Tim

Eks Kapten asal Manchester United, Bryan Robson beranggapan bahwa Paul Pobga masih belum pantas untuk menjadi kapten tim. Dirinya berpendapat bahwa Pogba masih belum bisa berkomunikasi dengan baik saat menjalankan laga yang sedang berlangsung.

Manchester United hampir saja ingin melepas Antonio Valencia dimusim yang akan datang. Dengan keadaan tersebut akan membuat posisi kapten tim United menjadi kosong dan Paul Pogba dianggap sebagai salah satu kandidat yang pantas untuk menggantikan Antonio.

Robson menganggap jika nantinya Pogba menjadi Kapten tim United, dirinya masih belum bisa mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Eks Kapten asal Manchester United, Bryan Robson beranggapan bahwa Paul Pobga masih belum pantas untuk menjadi kapten tim

Robson mengatakan, “Sosok kapten tim adalah pemain yang memiliki tugas untuk memimpin jalankan laga dan organisasi pemain saat laga berlangsung. Oleh karena itu dirinya harus bisa berkomunikasi dengan baik terhadap rekan satu timnya”,

“Saya juga merasakan hanya ada beberapa pemain yang pantas untuk menjadi sosok kapten Manchester United selanjutnya yaitu Ander Herrera dan Chris Smalling. Smalling akan terus berusaha untuk mengorganisi rekan satu timnya dilini belakang, begitu juga sama halnya dengan Manchester United”,

“Selanjutnya saya merasa Ander Herrera akan menjadi sosok Kapten yang baik untuk United. Untuk saat ini, Pogba masih berstatus sebagai pemain terbaik diklub. Tetapi jika untuk menjadi sosok Kapten tim, dirinya masih harus banyak belajar”, tutup Robson kepada media.

Suarez Menganggap Performa Barcelona Masih Kurang Bagus

Barcelona berhasil memenangkan laga dengan skor akhir 3 – 0 kontra Real Madrid pada bebak kedua ajang Copa del Rey, di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (27-02-2019). Walaupun menang telak, Luis Suarez beranggapan bahwa El Barca masih dalam performa yang biasa saja dan masih kurang menyakinkan.

Bertandang kemarkas Real Madrid, Barcelona perform dengan percaya diri. Mereka berhasil mencatatkan 52% dalam hal penguasaan bola sedangkan untuk Real Madrid hanya sebesar 48% dalam hal penguasaan bola.

Walaupun bermain dengan lebih dominan dalam laga tersebut, Blaugrana masih merasa kesulitan untuk membobol gawang pertahanan El Real. Dengan keadaan tersebut membuat skor menjadi 0 – 0 dan skor tersebut juga bertahan sampai babak pertama usai.

Selanjutnya masuk kedalam babak kedua, Barcelona meningkatkan kualitas serangan. Dengan keadaan tersebut juga, klub besutan dari Ernesto Valverde ini berhasil membobol gawang El Real sebanyak tiga kali.

Barcelona berhasil memenangkan laga dengan skor akhir 3 - 0 kontra Real Madrid pada bebak kedua ajang Copa del Rey

Ketiga gol Blaugrana dicetak oleh Luis Suarex dimenit ke-50 dan 73 sedangkan gol bunuh diri dihasilkan dari tendangan dari Raphael Varane dimenit ke-69. Sampai berakhirya babak kedua, skor 3 – 0 pun tidak mengalami perubahan, alhasil kemenangan pun jatuh ditangan Barcelona.

Luis Suarez mengatakan, “Kami sudah mengetahui bahwa mereka akan meninggalkan ruang dibelakang jika kami berhasil mencetak gol dan ternyata dugaan kami benar. Kami meinikmati banyak gol serta peluang yang ada”,

“Kami tidak sedang bermain dalam level atau tingkat yang diinginkan tetapi hal tersebut sangatlah normal-normal saja dalam dunia persepakbolaan. Kita juga harus bisa menerima resiko ataupun hal-hal buruk serta hal yang dianggap baik dalam upaya memenangkan laga”, tutup Suarez.

Dengan kemenangan tersebut, Barcelona berhasil lolos kebabak final ajang Copa del Rey dengan skor agregat 3 – 1. Dalam babak Final tersebut, Barcelona nantinya akan berhadapan dengan pemenang dari laga Valencia kontra Real Bestis di Stadion Estadio Benito Villarmarin pada 25 Mei 2019.